Akibat Menyia-nyiakan Waktu
π *Kisah Hikmah* π
π *Akibat menyia-nyiakan kesempatan*
Malik bin Dinar mengkisahkan bahwa suatu ketika beliau mengunjungi tetangganya yang sedang bergelut dengan pedihnya sakaratul maut. Kadang orang itu pingsan dan tak lama kemudian siuman. Dari dadanya terdengar deruh gemuruh detak jantung yang penuh ketakutan. Dahulu ia dikenal sebagai orang yang begitu terlena dengan kehidupan dunia dan jauh dari ketaatan kepada Tuhannya. Maka ditanyakan kepadanya, *"Saudaraku, bertaubatlah kepada Allah dan berlepasdirilah dari segala kelalaianmu, semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan kepadamu dari penyakit ini serta mengampuni dosa-dosamu."* namun dengan lemah ia berkata, *"Tidak mungkin bisa, kematian yang dijanjikan waktunya itu telah tiba, tidak mungkin aku bisa bertaubat. Sungguh celaka aku, betapa panjang umur yang aku sia-siakan. Aku ingin sekali bertaubat, namun aku selalu mendengar teriakan dari dalam rumah, "Kami telah menjanjikan kesempatan bagimu berulang kali, tapi Kami melihatmu selalu berpaling."*
Na'udzubillah.
_(Air Mata Taubat, Ibnul Jauzi, Al Qowam, cetakan ke 2, 2017, hal 30)_
Sahabat...
Betapa banyak Allah berikan kesempatan kepada manusia untuk berbenah dan memperbaiki diri, namun berapa pula yang menyia-nyiakannya dan justru semakin terlena dengan kesenangan dunia. Tak sedikit yang asyik menikmati kedurhakaannya. Merasa badan masih sehat, umur masih muda, masa depan masih jauh, kematian belum tampak tanda-tandanya. Namun ia lupa bahwa kematian itu bisa hadir kapanpun dengan tiba-tiba dan dengan sebab yang tidak terduga. Hingga para pendosa akan menyesal dan kecewa karena masa berbenah telah habis, kesempatan bertaubat telah sirna dan yang tersisa hanya derita dan kecewa. Jangan biarkan kesempatan yang Allah berikan berlalu percuma, namun manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri. Jangan sia-siakan kesempatan untuk taubat dan memperbaiki diri. Bersegeralah... jangan menunggu kematian merenggut segala harapan. Jika kita berjalan menuju Allah maka Rahmat Allah akan berlari menghampiri kita. Sebesar apapun dosa kita kepada Allah sesungguhnya Dia Maha Menerima Taubat. Semoga Allah berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita... Aamiin yaa Rabb.
Barakallahu fiikum.
πππππΌπππΉπ
π *Akibat menyia-nyiakan kesempatan*
Malik bin Dinar mengkisahkan bahwa suatu ketika beliau mengunjungi tetangganya yang sedang bergelut dengan pedihnya sakaratul maut. Kadang orang itu pingsan dan tak lama kemudian siuman. Dari dadanya terdengar deruh gemuruh detak jantung yang penuh ketakutan. Dahulu ia dikenal sebagai orang yang begitu terlena dengan kehidupan dunia dan jauh dari ketaatan kepada Tuhannya. Maka ditanyakan kepadanya, *"Saudaraku, bertaubatlah kepada Allah dan berlepasdirilah dari segala kelalaianmu, semoga Allah memberikan kesembuhan dan kesehatan kepadamu dari penyakit ini serta mengampuni dosa-dosamu."* namun dengan lemah ia berkata, *"Tidak mungkin bisa, kematian yang dijanjikan waktunya itu telah tiba, tidak mungkin aku bisa bertaubat. Sungguh celaka aku, betapa panjang umur yang aku sia-siakan. Aku ingin sekali bertaubat, namun aku selalu mendengar teriakan dari dalam rumah, "Kami telah menjanjikan kesempatan bagimu berulang kali, tapi Kami melihatmu selalu berpaling."*
Na'udzubillah.
_(Air Mata Taubat, Ibnul Jauzi, Al Qowam, cetakan ke 2, 2017, hal 30)_
Sahabat...
Betapa banyak Allah berikan kesempatan kepada manusia untuk berbenah dan memperbaiki diri, namun berapa pula yang menyia-nyiakannya dan justru semakin terlena dengan kesenangan dunia. Tak sedikit yang asyik menikmati kedurhakaannya. Merasa badan masih sehat, umur masih muda, masa depan masih jauh, kematian belum tampak tanda-tandanya. Namun ia lupa bahwa kematian itu bisa hadir kapanpun dengan tiba-tiba dan dengan sebab yang tidak terduga. Hingga para pendosa akan menyesal dan kecewa karena masa berbenah telah habis, kesempatan bertaubat telah sirna dan yang tersisa hanya derita dan kecewa. Jangan biarkan kesempatan yang Allah berikan berlalu percuma, namun manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk memperbaiki diri. Jangan sia-siakan kesempatan untuk taubat dan memperbaiki diri. Bersegeralah... jangan menunggu kematian merenggut segala harapan. Jika kita berjalan menuju Allah maka Rahmat Allah akan berlari menghampiri kita. Sebesar apapun dosa kita kepada Allah sesungguhnya Dia Maha Menerima Taubat. Semoga Allah berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita... Aamiin yaa Rabb.
Barakallahu fiikum.
πππππΌπππΉπ



Astaghfirullah al'adzimπ°
ReplyDeleteYa Robb
Inshaa allah ,, amiin allahumma amiin
ReplyDelete